Memahami ROS sebagai bagian dari proses fisiologis normal dan bagaimana ketidakseimbangan ROS dapat menyebabkan oxidative stress.

Script

Di dalam tubuh udang, sel terus menjalankan berbagai proses untuk menghasilkan energi dan mempertahankan fungsi tubuh. Dalam proses metabolisme tersebut, terutama yang berkaitan dengan penggunaan oksigen, terbentuk juga molekul yang sangat reaktif yang disebut reactive oxygen species, atau ROS. ROS sering dikaitkan dengan kerusakan sel. Tapi sebenarnya, ROS tidak selalu merugikan. Dalam jumlah yang terkontrol, ROS juga merupakan bagian dari proses fisiologis normal. Molekul ini dapat berperan dalam cell signaling dan membantu mengatur respons pertahanan ketika tubuh menghadapi suatu tantangan. Jadi, keberadaan ROS sendiri bukan berarti sel sedang mengalami kerusakan. Yang penting adalah bagaimana tubuh menjaga jumlah ROS tetap dalam batas yang dapat dikendalikan. Untuk itu, udang memiliki antioxidant defense system. Sistem ini terdiri dari berbagai molekul dan enzim antioksidan yang bekerja untuk mengendalikan ROS dan mencegahnya bereaksi secara berlebihan dengan komponen sel. Dalam kondisi normal, ada keseimbangan antara pembentukan ROS dan kemampuan sistem antioksidan untuk mengendalikannya. Keseimbangan ini sering disebut sebagai redox balance. Masalah mulai muncul ketika produksi ROS meningkat terlalu tinggi. Kondisi seperti infeksi, tekanan lingkungan, maupun peningkatan aktivitas metabolik dapat meningkatkan pembentukan ROS di dalam tubuh. Ketika ROS meningkat, sistem antioksidan akan bekerja lebih aktif untuk mengendalikannya. Tetapi kalau produksi ROS terus meningkat sampai melebihi kapasitas antioxidant defense, keseimbangannya mulai terganggu. Di sinilah terjadi oxidative stress. Jadi, oxidative stress bukan sekadar karena ada ROS. Oxidative stress terjadi ketika jumlah ROS yang terbentuk lebih besar daripada kemampuan sistem antioksidan untuk mengendalikannya. Ketika kondisi ini berlangsung, ROS yang berlebih dapat bereaksi dengan berbagai komponen penting di dalam sel, termasuk lipid membran, protein, dan DNA. Akibatnya, struktur dan fungsi sel dapat terganggu. Dan kalau tekanan ini berlangsung terus-menerus, dampaknya tidak lagi hanya berada pada tingkat sel, tetapi dapat ikut memengaruhi fungsi fisiologis udang. Karena itu, kemampuan udang untuk mengendalikan ROS menjadi bagian penting dari sistem pertahanan tubuh. Di dalam antioxidant defense ini terdapat beberapa enzim utama, termasuk SOD, CAT, dan GPx. Ketiganya memiliki peran yang berbeda dalam mengendalikan ROS. Jadi, bagaimana sebenarnya SOD, CAT, dan GPx bekerja untuk menjaga keseimbangan tersebut?

Sources & further reading

No references have been added to this lesson yet.