Memahami respons fisiologis udang terhadap environmental stress dan peningkatan kebutuhan energi.
Script
Sebenarnya udang terus berhadapan dengan perubahan lingkungan. Begitu ada perubahan yang cukup besar, tubuhnya langsung menyesuaikan. Misalnya DO turun. Udang perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan proses respirasi dan kondisi internalnya. Kalau salinitas berubah, tubuh harus melakukan penyesuaian osmoregulasi. Kalau ada infeksi, sistem pertahanan mulai bekerja lebih aktif. Nah, semua respons itu ada biayanya. Dan biaya tersebut dibayar menggunakan energi. Dalam kondisi normal, energi dari pakan bisa digunakan untuk maintenance, aktivitas, pertumbuhan, molting, dan kebutuhan fisiologis lainnya. Saat udang menghadapi stres, prioritasnya berubah. Energi lebih banyak masuk ke maintenance dan stress response. Artinya, bagian energi yang bisa digunakan untuk growth mulai berkurang. Ini bukan berarti pertumbuhan langsung berhenti. Selama udang masih mampu mengatasi stressor, tubuh masih bisa melakukan kompensasi. Setelah kondisi kembali stabil, kebutuhan untuk stress response turun dan alokasi energi bisa kembali mendukung pertumbuhan. Yang perlu diperhatikan adalah kalau stressornya tidak selesai. DO terus naik-turun, suhu berubah terlalu cepat sehingga kualitas air tidak stabil atau terdapat tekanan infeksi yang terus berulang. Udang akhirnya harus terus mengeluarkan energi untuk mempertahankan kondisi tubuhnya. Di sini kita mulai melihat energy cost of stress.Semakin lama stress berlangsung, semakin banyak energi yang digunakan untuk maintenance dan defense. Dan semakin sedikit yang bisa diarahkan untuk growth, molting, atau pembentukan jaringan. Jadi saat melihat performa udang turun, kita tidak bisa hanya melihat jumlah pakan yang masuk. Kita juga perlu melihat kondisi lingkungan dan beban fisiologis yang sedang ditanggung udang. Karena dua kolam bisa menerima pakan yang sama, tetapi kalau salah satunya terus berada dalam kondisi stres, energi yang digunakan tubuh bisa sangat berbeda. Itulah kenapa pengelolaan stres bukan hanya soal membuat udang tetap hidup. Kita ingin menjaga supaya energi dari pakan tidak terus-menerus habis untuk menghadapi tekanan. Kalau stressor bisa dikendalikan dan kebutuhan fisiologis udang tetap terpenuhi, lebih banyak energi yang bisa kembali digunakan untuk growth dan recovery.
Sources & further reading
No references have been added to this lesson yet.