Memahami bagaimana nutrien diubah menjadi energi dan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan tubuh.
Script
Nutrien yang tersedia kemudian digunakan dalam berbagai proses metabolisme di dalam tubuh udang. Dari proses tersebut, energi dihasilkan dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan fisiologis. Tapi energi yang tersedia tidak selalu digunakan dengan cara yang sama. Setiap saat, tubuh harus membaginya untuk mempertahankan fungsi dasar, menjalankan aktivitas, membentuk jaringan baru, hingga mendukung reproduksi. Sebagian energi digunakan untuk maintenance—mempertahankan fungsi sel, memelihara jaringan, dan menjaga berbagai proses fisiologis tetap berjalan. Sebagian lainnya digunakan untuk activity, seperti pergerakan, mencari dan mengambil pakan, serta merespons kondisi lingkungan. Jika kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, energi juga dapat diarahkan untuk growth, yaitu pembentukan jaringan baru dan pertambahan biomassa tubuh. Pada udang yang sudah memasuki fase reproduktif, sebagian energi kemudian dialokasikan untuk reproduction, termasuk perkembangan gonad dan produksi gamet. Pembagian ini tidak bersifat tetap. Ketika kondisi fisiologis atau lingkungan berubah, kebutuhan energi ikut berubah dan alokasinya dapat bergeser. Misalnya ketika udang berada di bawah tekanan, lebih banyak energi dapat digunakan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan menghadapi tuntutan fisiologis, sementara alokasi untuk pertumbuhan atau reproduksi dapat menurun. Karena itu, pertumbuhan bukan hanya soal berapa banyak nutrien yang tersedia, tetapi juga bagaimana nutrien tersebut dimetabolisme dan bagaimana energi yang dihasilkan digunakan oleh tubuh. Pada akhirnya, metabolisme menjadi penghubung antara nutrien dan berbagai kebutuhan kehidupan udang.
Sources & further reading
No references have been added to this lesson yet.