Memahami bagaimana ROS berlebih dapat merusak komponen sel dan mengganggu fungsi sel.

Script

Ketika ROS terlalu banyak, ROS mulai bereaksi dengan komponen penting di dalam sel. Yang paling cepat terdampak salah satunya adalah lipid membran. ROS memicu lipid peroxidation, sehingga lipid pada membran mengalami oksidasi dan terbentuk reaksi berantai. Semakin lama berlangsung, membran menjadi semakin tidak stabil. Fungsi membran dalam mengatur keluar-masuknya berbagai molekul juga bisa ikut terganggu. Dari proses lipid peroxidation ini terbentuk beberapa produk oksidasi, salah satunya MDA atau malondialdehyde. Karena itu, MDA sering digunakan sebagai parameter untuk melihat apakah lipid peroxidation sedang meningkat. ROS juga bisa menyerang protein. Protein bisa berubah struktur dan kehilangan aktivitasnya. Kalau yang terkena adalah enzim, proses metabolisme yang bergantung pada enzim tersebut bisa ikut menurun. Kalau yang terkena protein transporter atau protein membran, perpindahan nutrien dan molekul lain juga bisa terganggu. DNA juga bisa terdampak. ROS dapat menyebabkan oxidative damage pada DNA. Kalau kerusakannya cukup berat, proses pembentukan protein dan perbaikan sel juga bisa ikut terganggu. Artinya, ketika oxidative stress berlangsung cukup lama, sel tidak hanya mengalami satu jenis kerusakan. Membran terganggu, fungsi protein menurun, dan DNA bisa ikut mengalami kerusakan. Pada kondisi budidaya, tekanan seperti infeksi, DO rendah, perubahan suhu, kualitas air yang buruk, handling, atau stres lingkungan dapat meningkatkan beban fisiologis udang dan mendorong pembentukan ROS. Kalau sumber stresnya terus berlangsung, antioxidant defense harus bekerja lebih keras untuk mengimbanginya. Di sinilah pendekatan budidaya menjadi penting. Pertama, sumber stres perlu dikendalikan. Kualitas air dijaga, DO cukup, perubahan lingkungan tidak terlalu ekstrem, dan faktor penyebab infeksi perlu ditangani. Kedua, dari sisi nutrisi kita bisa memberikan antioxidant support. Vitamin E membantu melindungi lipid membran. Vitamin C membantu perlindungan antioksidan di dalam sel. Selenium mendukung kerja sistem GPx. Kemudian astaxanthin dan carotenoids juga dapat memberikan tambahan perlindungan terhadap reactive species. Jadi kalau oxidative stress sudah meningkat, kita tidak hanya berpikir, “antioksidannya mau ditambah apa?” Kita juga perlu melihat apa yang membuat ROS meningkat sejak awal. Karena kalau sumber stresnya tetap tinggi, produksi ROS akan terus berjalan dan kebutuhan terhadap antioxidant defense juga akan terus meningkat. Target akhirnya adalah menjaga agar tekanan oksidatif turun, antioxidant defense tetap mampu bekerja, dan kerusakan sel tidak terus berlanjut. Dengan begitu, udang punya kondisi yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi sel dan melakukan recovery.

Sources & further reading

No references have been added to this lesson yet.

Explore further

Follow the next connection.

Find more video lessons and companion reading in the library.

Also in a path with this lessonApa Itu ROS & Oxidative Stress?Also in a path with this lessonBagaimana Tubuh Udang Mengendalikan ROS?Explore the library