Memahami perbedaan antara kandungan nutrisi, ketersediaan nutrisi dan nutrisi yang benar-benar dimanfaatkan tubuh.
Tequisa learning · 1 min reading
Script
Nutrien yang masuk bersama pakan belum tentu seluruhnya dapat digunakan oleh tubuh udang. Ada yang berhasil dicerna dan diserap, ada yang terbuang, dan ada pula yang ketersediaannya terbatas sehingga tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan. Misalnya, ketika sebuah pakan mengandung 40% protein, angka tersebut menunjukkan jumlah protein yang terdapat di dalam pakan. Bukan berarti seluruh protein tersebut akan tersedia dan digunakan oleh udang. Di sepanjang perjalanannya, sebagian nutrien dapat hilang atau tidak tersedia secara optimal. Di sinilah kita perlu membedakan tiga hal: Nutrient Content, Nutrient Availability, dan Nutrient Utilization. Nutrient Content menunjukkan jumlah nutrien yang terdapat di dalam pakan. Nutrient Availability menunjukkan bagian nutrien yang tersedia bagi tubuh setelah melalui proses pencernaan dan penyerapan. Sedangkan Nutrient Utilization menunjukkan seberapa jauh nutrien yang tersedia tersebut benar-benar digunakan oleh tubuh. Perbedaannya dapat dipengaruhi sejak dari bahan baku dan proses pembuatan pakan. Bentuk nutrien, kualitas bahan, tingkat kecernaan, hingga proses pengolahan dapat menentukan seberapa banyak nutrien yang tersedia. Setelah masuk ke dalam tubuh, kondisi udang juga berpengaruh. Kapasitas pencernaan, kondisi saluran pencernaan, serta kondisi fisiologis dan lingkungan dapat menentukan seberapa efektif nutrien tersebut dimanfaatkan. Karena itu, kandungan nutrien yang tinggi belum tentu berarti nutrien tersebut tersedia dan dapat dimanfaatkan dalam jumlah yang sama. Nutrient Content ≠ Nutrient Availability ≠ Nutrient Utilization. Jadi, untuk melihat nilai nutrisi sebuah pakan, kita tidak cukup hanya melihat apa yang terkandung di dalamnya. Kita juga perlu melihat apa yang tersedia bagi udang, dan apa yang benar-benar dapat digunakan tubuhnya.
Sources & further reading
No references have been added to this lesson yet.